Studi Ungkap Awal Mula Varian Omicron Terbentuk, Tiru Virus Flu Biasa

Andrygmv.net —

Covid-19 varian Omicron telah memunculkan kekhawatiran dengan mutasi terbanyak dibanding varian lain. Studi terbaru menunjukkan awal mula varian Omicron terbentuk dengan cara meniru genetik virus flu biasa.

Studi ini mendapati Varian Omicron mengambil potongan materi genetik dari virus lain termasuk virus penyebab flu biasa. Penelitian yang diunggah di situs OSF Preprints menyebut urutan genetik varian Omicron ini tidak muncul dalam versi virus corona sebelumnya. Hanya saja, urutan genetik ini ditemukan di banyak virus lain termasuk virus penyebab flu biasa dan dalam genom manusia.

Venky Soundararajan, pemimpin studi dari Cambridge, perusahaan analitik data yang berbasis di Massachusetts, mengatakan dengan memasukkan potongan materi genetik virus lain ke dalam dirinya sendiri, Omicron membuat dirinya terlihat “lebih manusiawi”. Ini dilakukan untuk menghindari serangan sistem kekebalan manusia.

Sel-sel di paru dan sistem pencernaan bisa menampung SARS-CoV-2 dan virus corona penyebab flu secara bersamaan. Kemudian ini bisa mengakibatkan rekombinasi virus di mana dua virus berbeda dalam sel inang berinteraksi. Sembari kedua virus membuat salinan dirinya sendiri, timbul salinan baru yang mengandung materi genetik dari kedua jenis virus.

Mutasi seperti ini pertama kali terjadi pada orang yang terinfeksi kedua patogen. Urutan genetik yang sama muncul berkali-kali pada salah satu virus corona yang menyebabkan pilek pada manusia yakni HCoV-229E dan pada Human Immunodeficiency (HIV) atau virus penyebab AIDS.

Diketahui, Afrika Selatan, tempat di mana varian Omicron merebak pertama kali, memiliki tingkat HIV tertinggi. Seorang dengan infeksi HIV rentan terkena infeksi virus flu biasa dan patogen lain. Kemungkinan rekombinasi virus sangat besar terjadi hingga memunculkan varian Omicron.

“Kami mungkin melewatkan banyak generasi rekombinasi,” kata Soundararajan seperti dikutip dari Reuters.

Akan tetapi, dari studi ini, ada kemungkinan virus lebih mudah menular, tetapi hanya menimbulkan penyakit ringan atau tanpa gejala. Perlu ada penelitian lanjutan untuk mengkonfirmasi asal mula mutasi Omicron dan pengaruhnya terhadap fungsi transmisibilitas.

Hingga kini, para ilmuwan belum bisa memastikan apakah Omicron lebih menular dari varian lain, apakah mengakibatkan penyakit yang lebih parah atau apakah akan menyalip varian Delta sebagai varian dominan saat ini. Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin baru bisa terjawab dalam beberapa minggu ke depan.

Soundararajan menggarisbawahi bahwa sangat penting orang memperoleh vaksin Covid-19.

“Anda harus vaksin untuk mengurangi kemungkinan penularan ke orang lain, yang kekebalannya terganggu [dan] menghadapi virus SARS-CoV-2,” imbuhnya.

(ptj/ptj)

[Gambas:Video CNN]