Siklon Tropis Paddy Punah Hari Ini, Angin Kencang Berkurang

Andrygmv.net —

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Siklon Tropis Paddy telah punah dari wilayah Indonesia pada Rabu (24/11).

Dengan demikian BMKG mengatakan fenomena angin kencang yang terjadi di wilayah Jakarta dan Banten pada Selasa (23/11) sudah mulai berkurang, dan tak signifikan dalam 24 jam ke depan.

“Siklon Tropis Paddy berada di posisi 13.8 LS dan 106.9 BT diidentifikasi telah melemah intensitasnya dan dinyatakan punah serta menjadi sistem Ex-Tropical Cyclone yang dikategorikan sebagai ‘Tropical Low’,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto lewat keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (24/11).

Lebih lanjut Guswanto mengatakan dengan punahnya Siklon Tropis Paddy, maka keberadaan sistem Ex-TC Paddy tidak berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca secara umum di wilayah Indonesia.

Selain itu, pergerakan siklon tropis Paddy secara umum menunjukkan pergerakan yang semakin menjauh dari wilayah Indonesia, ke arah tenggara hingga selatan, kemudian ke arah barat hingga barat daya di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa.

Dalam dua hari kedepan, sistem Ex-TC Paddy diidentifikasi masih persisten di Samudera Hindia Selatan Jawa dengan pergerakan sistem ke arah barat hingga barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia disertai dengan intensitas sistem yang semakin melemah.

Kronologis siklon tropis Paddy

Guswanto mengatakan pihaknya telah merilis secara rutin informasi analisis dan prediksi perkembangan Siklon Tropis Paddy beserta dampaknya terhadap wilayah Indonesia, sejak awal perkembangan sistemnya masih dalam tahapan Bibit Siklon.

Ia mengatakan Bibit Siklon Tropis Paddy yang sebelumnya dinamai dengan Siklon Tropis 90S disebut mulai muncul sejak tanggal 17 Nopember 2021. Lalu kemudian mengalami peningkatan menjadi sistem Siklon Tropis Paddy mulai tanggal 22 November 2021.

Berdasarkan analisis Rabu (24/11), sistem Siklon Tropis Paddy berada di posisi 13.8 LS dan 106.9 BT diidentifikasi telah melemah intensitasnya dan dinyatakan punah, serta menjadi sistem Ex-Tropical Cyclone yang dikategorikan sebagai ‘Tropical Low’.

Guswanto mengatakan Tropical Low merupakan momentum di mana kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya kurang dari 35 knot atau 65 kilometer per jam.

Ia mengatakan kriteria bahwa sistem dikategorikan sebagai Siklon Tropis adalah jika kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot atau 65 kilometer per jam.

Antisipasi cuaca ekstrem

Untuk mengantisipasi dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk terus mewaspadai kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor.

Kemudian melakukan antisipasi dengan memotong dahan dan ranting pohon yg sudah lapuk dan menguatkan atap rumah ataupun tiang-tiang dan baliho untuk menghindari adanya korban dan kerusakan lainnya.

Selanjutnya masyarakat diimbau memonitor informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dari BMKG yang lebih rinci dan detail hingga level kecamatan di seluruh wilayah Indonesia yang dapat diakses melalui website, media sosial, aplikasi, call center hingga mendatangi langsung kantor BMKG terdekat.

[Gambas:Video CNN]

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]