Rentan Jadi Korban Kerusakan Lingkungan Hidup, Anak Muda Perlu Diajak Peduli Mangrove

Andrygmv.net – Kampanye lingkungan hidup, termasuk peduli terhadap mangrove, perlu melibatkan lebih banyak anak muda. Apa alasannya?

Ketua Umum jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Indonesia Mahawan Karuniasa mengatakan anak muda perlu turut diajak dalam merehabilitasi kawasan mangrove yang rusak.

“Karena anak muda ini generasi paling rentan menjadi korban kerusakan lingkungan hidup. Karena kerusakan lingkungan hidup sekarang itu dampaknya akumulatif ke belakang sehingga anak muda ke depan akan menjadi sangat rentan,” kata Mahawan, dikutip dari ANTARA.

Menurut dia, anak muda sebetulnya memiliki kesadaran yang lebih baik terkait keberlanjutan alam daripada generasi yang lebih tua sehingga lebih mudah diajak turut serta.

Baca Juga:
Indonesia Disebut Pemilik Lahan Mangrove Terbesar Dunia, Berapa Sih Luasnya?

Sejumlah orang menambang pasir di sekitar kawasan hutan mangrove di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Senin (1/11/2021). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Sejumlah orang menambang pasir di sekitar kawasan hutan mangrove di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Senin (1/11/2021). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Di samping itu, untuk mengajak anak-anak muda turut andil dalam rehabilitasi kawasan mangrove, generasi yang lebih tua dapat mulai pendekatan saat terjadi bencana alam seperti banjir. Bencana alam tersebut sebetulnya merupakan akibat dari aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

“Bencana seperti banjir dan tanah longsor itu bisa menjadi pintu masuk untuk berkomunikasi dengan anak muda. Apalagi di masa depan bencana alam bisa makin banyak kalau kita tidak mulai peduli dengan lingkungan dari sekarang,” imbuh Mahawan.

Dalam kesempatan yang sama, Pelopor Penanaman Mangrove di Desa Mangkang Magelang Sururi mengatakan ia terus mengajak anak muda mulai dari siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai mahasiswa untuk melakukan penanaman kembali mangrove. Namun, khususnya untuk anak-anak PAUD, ia biasanya menjanjikan hadiah agar mereka lebih bersemangat turut dalam penanaman mangrove.

Hanya saja, saat ini penanaman mangrove menghadapi kendala karena titik mula tanamnya semakin jauh dari tempat tinggal manusia. Jadi untuk mencapainya, Sururi perlu berjalan kaki cukup jauh.

“Kita perlu jalan satu kilometer setengah untuk mencapainya. Kalau sudah jadi tumbuh mungkin nanti sepeda motor dan mobil baru bisa masuk, kami harap pemerintah jadi membangun ekowisata di sana mungkin,” imbuhnya.

Baca Juga:
Gaya Hidup Hedon: 4 Sebab Milenial Rentan Alami Malasah Keuangan!