Penjualan Roti Indonesia Jadi yang Tertinggi di Asia Tenggara, Capai Rp2.6 Triliun!

Andrygmv.net – Meski belum menjadi makanan pokok, namun konsumsi roti masyarakat Indonesia cenderung tinggi. Hal itu dikatakan oleh Head of Strategy and Growth, Dailybox Group Miranda Haryanto.

Dikatakan Miranda, konsumsi gandum per kapita untuk roti di Indonesia mencapai 4,7 kg per tahun. Diperkirakan angka tersebut akan terus meningkat menjadi 6,6 kg per tahun pada tahun 2030 mendatang.

Bahkan penjualan roti di Indonesia pada tahun 2021 juga menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mencapai USD 18,7 miliar atau setara Rp2.6 triliun.

Sayangnya, lanjut Miranda, pasar roti Indonesia masih kekurangan pasokan dan 68 persen roti diproduksi oleh pelaku SME atau industri rumahan dengan cara yang konvensional.

Baca Juga:
Resep Wedang Roti Jahe, Camilan Malam Enak Disantap Saat Udara Dingin

Roti Ayam Woku dan Roti Se'i Sapi Sambal Ijo dari Dailybox (Dok. Dailybox)
Roti Ayam Woku dan Roti Se’i Sapi Sambal Ijo dari Dailybox (Dok. Dailybox)

Melihat hal tersebut, Dailybox Group resmi mengakuisisi brand Breadlife. Dengan begitu, Miranda berharap pihaknya dapat memperluas jangkauan produk roti tersebut ke seluruh Indonesia lewat optimalisasi kolaborasi omnichannel.

Strategi omnichannel sendiri menggabungkan strategi ekspansi toko online dan offline, serta sinergi sumber daya dan inovasi digital.

“Kolaborasi omnichannel membawa kami lebih dekat dengan pelanggan. Brand akuisisi ini memungkinkan Breadlife untuk memperluas jangkauannya menggunakan resources kami yang berada di 120 titik.”

“Sebaliknya, kami dapat menambah jaringan dengan memanfaatkan resources Breadlife yang terkonsentrasi di luar pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan misi Dailybox Group untuk menjangkau lebih banyak titik di luar pulau Jawa,” kata Miranda dikutip Suara.con dari siaran pers, Jumat (3/12/2021).

Di sisi lain, Miranda juga menjabarkan alasan pihaknya mengakuisisi brand roti Breadlife.

Baca Juga:
Dagangan Masih Tersisa Banyak, Aksi Penjual Roti Bakar Bikin Nyesek

Kata Miranda ada dua alasan utama, pertama karena adanya permintaan varian roti untuk melengkapi menu nasi dan lauk pauk yang ditawarkan Dailybox serta kedua, besarnya pangsa pasar roti di Indonesia yang berpotensi besar dan terus bertumbuh.

“Breadlife adalah salah satu brand roti terkemuka di Indonesia yang memiliki brand awareness yang kuat dan memiliki tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Bergabungnya Breadlife melengkapi lini produk kami yang telah ada, yaitu Dailybox, Dailymeals dan Shirato,” ungkap Miranda lebih lanjut.

Sebelumnya, jika customer ingin membeli Breadlife, mereka hanya dapat mengunjungi outlet Breadlife yang berada di mall dan outlet stand-alone.

Sekarang, dengan diakuisisinya brand Breadlife oleh Dailybox Group, selain mengunjungi outlet, pelanggan juga dapat melakukan pemesanan lewat platform pesanantar makanan online.

“Selain meningkatkan visibilitas produk, kami akan menghadirkan produk roti inovatif yang bercita rasa Indonesia dengan dukungan dari jajaran chef yang berpengalaman, yang diproduksi di central kitchen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga konsistensi dari kualitas produk,” kata Nadya Puteri, Runner Up Master Chef Indonesia Season 8 sekaligus Head of Pastry Breadlife.

Untuk menandai bergabungnya kedua brand ini, akan ada mengadakan promo #BayarSukaSuka pada tanggal 4-5 Desember yang berlaku di Breadlife Lotte Kuningan untuk satu item per orang per check out.

Breadlife juga meluncurkan dua varian roti baru yang terinspirasi dari menu terlaris Dailybox yaitu Roti Ayam Woku dan Roti Se’i Sapi Sambal Ijo.

Ayam Woku merupakan signature menu dari Chef Juna Rorimpandey serta Se’i Sapi Sambal Ijo yang merupakan signature menu dari Chef Renatta Moeloek.

Dibanderol mulai dari Rp 13.500, kedua roti bercita rasa Indonesia sudah tersedia di semua gerai Breadlife dan platform digital Dailybox Group di GrabFood, GoFood, ShopeeFood dan TravelokaEats.