Path Ditutup, Begini Reaksi Warganet

Riuhnya kabar bahwa Path ditutup , aplikasi yang sempat populer di Indonesia membuat netizen heboh. Para pengguna Path menuliskan cuitannya di Twitter tentang kabar penutupan aplikasi tersebut.

netizen Path ditutup

Path mengumumkan ditutupnya layanan tersebut. Dalam unggahan di aplikasinya itu menyebut “The Last Goodbye” (selamat tinggal yang terakhir).

unggahan aplikasi Path tentang penutupannya

Dengan ucapan penyesalan kepada penggunanya unggahan ini menyatakan bahwa layanan Path akan berhenti beroprasi. Mereka juga mengimbau pengguna untuk mengunjungi situs mereka agar mendapat penjelasan lebih detil untuk melakukan pengembalian dana dan data.

Tulisan Selamat Tinggal dalam unggahan ini disertai dengan ikon-ikon Path yang berdiri berjajar.

Pengumuman ini sontak membuat netizen yang sempat menggunakan layanan media sosial itu bereaksi. Mereka mengungkap kenangan ketika menggunakan media sosial dengan logo yang didominasi warna merah menyala tersebut.

cuitan netizen

cuitan netizen 2

cuitan netizen 3

cuitan netizen 4

cuitan netizen 5

cuitan netizen 6

Path sendiri dibuat pada 2010 di San Francisco, Amerika Serikat oleh Dave Morin, Shawn Fanning, Dustin Mierau. Awalnya Path dibuat sebagai jejaring sosial pribadi. Di awal kehadirannya, Path membatasi jumlah pertemanan yang bisa terkoneksi hanya 150 orang saja.

Di awal tahun 2014, Path pernah menimbulkan polemik. Karena sempat mendapat investasi dari Bakrie Global Group asal Indonesia dalam pendanaan Seri C pada Januari 2014.

Selain Bakrie Global Group, sejumlah investor juga terlibat dalam pendanaan tersebut, antara lain Greylock, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital. Mereka memberi total pendanaan senilai US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar.

Yang pasti, kabar akan ditutupnya Path menyisakan ‘duka’ yang mendalam bagi pengguna dan mantan penggunanya.

Wajar saja, Path sempat menjadi salah satu media sosial kesayangan di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis pengguna Path terbanyak.

Path kemudian dijual ke perusahaan DaumKakako pada Mei 2015. Namun hingga setahun berada di bawah DaumKakao, aplikasi ini juga tak alami kemajuan.

Pada Maret 2018, CEO Path Dave Morin masih tampak ‘aktif’ dengan media sosial besutannya.

Hal tersebut tampak dari dampak kasus penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

Media sosial yang identik dengan warna merah ini, langsung mengambil langkah besar agar kejadian serupa tak bakal menimpa mereka.

Pendiri dan CEO Path Dave Morin lewat akun Twitter-nya, @davemorin, berkata kalau dirinya juga sudah dibendung banyak permintaan pengguna agar Path bisa menjaga keamanan data pribadi pengguna.

Karenanya, ia pun mempertimbangkan untuk membentengi media sosialnya dengan merombak aplikasi lebih baik lagi. Sekadar diketahui, Path memang cuma hadir dalam versi aplikasi, baik itu untuk versi iOS dan Android.

Unggahan Dave tersebut sontak menerima ratusan balas dan di-like hingga ribuan kali, tak terkecuali mantan Director of Engineering Path Mike DiCarlo dan beberapa angel investor lainnya.

Mereka bahkan seolah ingin berkolaborasi dan bakal menggelontorkan investasi terkait rencana Dave untuk merombak Path.

Skandal yang menimpa Facebook bisa dibilang paling buruk di sepanjang sejarah perusahaan. Bagaimana tidak, data yang disalahgunakan ternyata diperlukan untuk pemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Buntut dari skandal tersebut, para pengguna Facebook kadung kesal dan khawatir karena mereka bisa saja menjadi korban. Para pengguna pun berbondong-bondong menyerukan tagar #deletefacebook di Twitter.

Pada momen ini, Path sebetulnya bisa mengambil peluang besar. Mereka bisa saja membangun ulang aplikasi dengan tingkat perlindungan dan keamanan data yang lebih baik. Dari situlah, para pengguna Facebook (mungkin) bakal beralih ke Path.

Melihat Twitter resmi Path, sejauh ini belum ada informasi apa-apa soal kabar tutup. Kicauan terakhir akun Twitter dengan follower 2,63 juta itu adalah pada Mei lalu.

akun twitter resmi path

Belum bisa dipastikan, apakah pengumuman itu menandakan Path benar-benar ditutup secara utuh, atau ‘ditutup’ dan akan berganti ke wajah baru.

About The Author

Reply