Meta Hapus 500 Akun Facebook Hoaks Covid-19 di China

Andrygmv.net —

Meta menyatakan telah hapus lebih dari 500 akun Facebook yang berbasis di China, terkait hoaks yang menyinggung pemerintah Amerika Serikat.

Akun-akun tersebut disebut menyajikan narasi palsu tentang upaya pemerintah AS menyalahkan China soal pandemi Covid-19.

Dilansir dari Time, narasi hoaks tersebut melibatkan sosok palsu seorang ahli biologi Swiss bernama Wilson Edwards, yang pada bulan Juli memposting di Facebook dan Twitter Inc. bahwa AS menekan untuk menyalahkan virus tersebut pada China.

Meta menyebut, beberapa hari setelah unggahan pertama, ratusan akun media sosial dan beberapa sumber media pemerintah China memperkuat narasi tentang dugaan intimidasi AS tersebut.

Sebulan berikutnya Kedutaan Besar Swiss di Beijing mengatakan tidak ada warga negara Swiss bernama Wilson Edwards. Facebook menyelidiki dan menghapus akun tersebut pada hari yang sama.

Meta mengatakan telah menghapus setidaknya 524 akun Facebook, 20 page, empat grup, dan 86 akun Instagram yang terlibat dalam kampanye tersebut.

Selain hoaks yang beredar di China tersebut, Meta juga menghapus sejumlah akun yang berbasis di Italia dan Prancis yang terkait dengan gerakan anti-vaksin yang menargetkan jurnalis, profesional medis, dan politisi.

Meta yang sebelumnya bernama Facebook Inc., mengatakan pelaku kejahatan terus mengubah taktik mereka untuk menghindari deteksi dan tindakan penegakan hukum.

Salah satu strategi tersebut dikenal sebagai “brigading” di mana akun musuh bekerja sama untuk memposting atau berkomentar secara massal dalam upaya untuk melecehkan atau membungkam pengguna tertentu.

“Apa yang kami lihat secara konsisten adalah bahwa pelaku ancaman di balik bahaya ini mengembangkan teknik mereka,” kata Kepala Kebijakan Keamanan Meta Nathaniel Gleicher.

“Kami membangun pertahanan kami dengan harapan dalam pikiran: ‘mereka tidak akan berhenti. Mereka akan mengubah taktik mereka’,” tambahnya.

(tim/fjr)

[Gambas:Video CNN]