Mahfud Wanti-wanti Jika Big Data RI Dikuasai Asing

Andrygmv.net —

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mewanti-wanti bahwa penguasaan big data oleh pihak asing rawan disalahgunakan sehingga merugikan masyarakat dan negara Indonesia.

Oleh sebab itu, menurut Mahfud, sudah seharusnya pemerintah melindungi data pribadi segenap masyarakat Indonesia.

“Penguasaan big data oleh kekuatan asing tentu rawan digunakan untuk kepentingan asing yang bisa merugikan masyarakat dan negara Indonesia, apalagi data-data tersebut sesungguhnya berupa akumulasi data personal, warga negara Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan data pribadi,” kata Mahfud dalam acara Dies Natalis 15 Tahun Universitas Multimedia Nusantara, Kamis (25/11).

Seiring perkembangan teknologi informasi, big data atau agregat saat ini memang menjadi komoditas krusial di Indonesia. Bahkan, sejumlah pihak menyebut big data merupakan ‘new oil’ di Indonesia.

Mahfud melanjutkan, analisis big data saat ini dapat menghasilkan layanan, baik berupa barang, jasa yang tepat bagi setiap orang. Masyarakat dapat menikmati layanan berkualitas tinggi sesuai kebutuhan spesifik mereka.

“Hal ini akan merubah orientasi baik institusi bisnis maupun pemerintahan untuk selalu berorientasi pada permintaan atau demand, memberikan nilai tambah dan sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Mengenai perlindungan data pribadi, saat ini diketahui bahwa pemerintah dan DPR masih terus menggodok Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Pembahasan di DPR berjalan alot, meski sudah banyak pihak yang mendesak agar aturan tersebut segera disahkan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu sempat mendorong agar DPR segera mengesahkan RUU PDP.

Menurut dia, RUU PDP dapat mengurangi dampak peretasan dan penyalahgunaan data pribadi masyarakat, mengingat sempa terjadi dugaan kebocoran 279 juta data pribadi pengguna layanan BPJS Kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

(dmr/eks)

[Gambas:Video CNN]