Kominfo Blokir Ribuan Hoaks, Disebut Bikin Angka Vaksinasi Turun

Andrygmv.net —

Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) menyebut telah memblokir ribuan akun terkait hoaks Covid-19.

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan berdasarkan patroli siber dan aduan masyarakat, terdapat 5.150 unggahan hoaks Covid-19 di media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 4.451 unggahan.

“Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.013 unggahan dan 137 konten lainnya sedang ditindaklanjuti,” ujar Dedy kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Selasa (23/11).

Tak hanya di Facebook, Dedy mengungkap bahwa hoaks terkait Covid-19 juga ada di Instagram, Twitter, YouTube dan TikTok. Temuan hoaks itu dihimpun Kominfo sejak Januari 2020 sampai hari ini.

Selanjutnya Dedy mengatakan terkait isu vaksinasi covid-19, terdapat 2.439 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 2.247 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap seluruh 2.439 unggahan tersebut.

Hoaks bikin angka vaksin turun

Di samping itu Kominfo menyebut sangat disayangkan bahwa penyebaran hoaks vaksinasi Covid-19 masih marak ditemukan di ruang siber. Dedy menilai hal itu dapat mempengaruhi masyarakat untuk tidak melakukan vaksinasi Covid-19.

“Kementerian Kominfo tentunya terus memutakhirkan kebijakan dalam menangkal hoaks dan menyuarakan beragam narasi positif terkait vaksinasi Covid-19 dengan memanfaatkan kanal-kanal komunikasi publik yang ada serta mempererat kolaborasi bersama kementerian dan lembaga terkait sampai dengan penegak hukum,” kata Dedy.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut turunnya capaian vaksinasi Covid-19 disebabkan beberapa faktor, di antaranya hoaks. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan penurunan itu terjadi kendati saat ini ketersediaan vaksin sekaligus vaksinator sudah tercukupi.

Dia mengatakan dalam periode 12 sampai 18 November capaian vaksinasi tidak sampai menyentuh 10 juta sepekan, tak seperti pekan-pekan sebelumnya yakni hanya 8 juta dosis terhitung untuk pemberian dua kali suntikkan.

[Gambas:Video CNN]

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]