Kanker usus tidak datang tiba-tiba, biasanya tubuh akan memiliki 3 “gejala”, saya harap Anda tidak memilikinya

Kanker usus adalah  salah satu dari penyakit yang dimanifestasikan  ganas, dan menurut statistik  pada tahun 2015, morbiditas dan mortalitas kanker usus besar telah mempertahankan tren yang meningkat, dan kanker usus besar telah menjadi tempat kelima di antara semua tumor ganas. Insiden kanker usus besar telah meningkat secara signifikan, dan sebagian besar pasien sudah dalam stadium lanjut pada saat terdeteksi.

atasi kanker usus

Terutama karena gejala tidak jelas pada tahap awal dan tidak mudah ditemukan, tetapi dengan perkembangan penyakit, gejala seperti kebiasaan buang air besar, disertai dengan sakit perut, darah di tinja, kelelahan, penurunan berat badan dan gejala lainnya secara bertahap muncul.Deteksi dini kanker kolorektal dapat sangat meningkatkan angka kesembuhan. Jika gejala-gejala ini terdeteksi lebih awal, Anda disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kanker usus tidak datang tiba-tiba, biasanya tubuh akan memiliki 3 “gejala”, saya harap Anda tidak memilikinya”

1. Darah dalam tinja

Ketika tumor terus tumbuh di usus, ia bergesekan dengan tinja, menyebabkan nekrosis tumor, bisul, peningkatan sekresi atau perdarahan. Ketika darah tetap di usus untuk waktu yang lama, itu berubah menjadi merah tua, yang dicampur dengan kotoran, dan kadang-kadang gumpalan darah mungkin muncul, dan akhirnya darah di tinja terbentuk.

2. Perubahan kebiasaan buang air besar

Mengubah kebiasaan buang air besar adalah manifestasi paling umum dari kanker kolorektal. Selain mengubah waktu buang air besar yang teratur, jika sembelit atau diare sering terjadi dalam jangka waktu yang lama, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang relevan pada waktunya untuk menghilangkan kemungkinan kanker usus sebanyak mungkin.

3. Obstruksi usus

Ketika tumor di usus terus tumbuh, itu akan menyebabkan rongga usus menyempit, menyebabkan isi usus melewati rintangan untuk membentuk obstruksi usus mekanis. Ketika tumor tumbuh, edema inflamasi dapat distimulasi di rongga usus lokal, menyebabkan penyumbatan makanan, dan mungkin juga disertai dengan gejala-gejala pencernaan seperti sakit perut, kembung, muntah, kelelahan pada dubur dan sembelit.

Usus besar adalah organ pencernaan yang sangat penting dalam tubuh kita. Jika tiga gejala ini terjadi, kita harus waspada terhadap kanker kolorektal. Pengobatan yang tertunda akan serius mengancam kehidupan. Selain memperhatikan perubahan yang disebabkan oleh kanker kolorektal dalam hidup, kita juga harus memperhatikan pencegahan kanker kolorektal.

kanker usus

Bagaimana mencegah 80% kanker kolorektal jika sudah terlajur terdiagnosa?

Lakukan skrining kanker secara teratur untuk menghindari keterlambatan dalam perawatan. Skrining kolonoskopi dini memainkan peran penting dalam mencegah kanker kolorektal. Kanker kolorektal terdeteksi tiga bulan lebih awal. Setelah perawatan, angka kesembuhan dapat ditingkatkan secara signifikan. Tidak hanya dapat secara signifikan mengurangi biaya perawatan, mengurangi banyak rasa sakit, tetapi juga dapat hidup selama tiga puluh tahun. Skrining kolonoskopi dapat membantu dokter mendeteksi lesi prakanker polip usus dini dan menghindari terjadinya kanker kolorektal.

Selain pemeriksaan fisik dan skrining secara teratur, pencegahan kanker kolorektal juga harus dimulai sejak dini. Dalam dietnya kurangi makanan berkalori tinggi, makan lebih sedikit gorengan, gorengan, makanan panggang, kurangi minum kopi, jangan kecanduan alkohol. Makan lebih banyak makanan kaya vitamin. Kembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur untuk mencegah sembelit dan membuang racun usus tepat waktu. Selain itu, kita harus memperkuat latihan, bagi mereka yang bekerja untuk waktu yang lama, mereka perlu memperkuat latihan fisik mereka.