Ini Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Mandi Sebelum Tidur

Andrygmv.net – Tak sedikit orang yang terbiasa mandi sebelum tidur. Bahkan, meski ia sudah mandi dua kali sehari, pada pagi dan sore. Rasanya, lebih nyaman dan menyenangkan jika berbaring di tempat tidur dalam keadaan bersih.

Tapi, ternyata mandi sebelum tidur sebaiknya tidak dilakukan. Melansir Brightside, inilah beberapa alasannya.

1. Bikin Susah Tidur
Mandi sebelum tidur sebenarnya dapat mengganggu waktu tidurmu, meski kamu mandi menggunakan air hangat sekalipun. Suhu terbaik saat tidur adalah suhu yang rendah. Tapi ketika kamu mandi air hangat dan suhu tubuhmu meningkat, ini akan membingungkan tubuhmu. Solusinya, jika kamu tadalah tipe orang yang idak bisa tidur dalam keadaan belum mandi, kamu bisa mandi air hangat 1 – 2 jam sebelum tidur.

2. Dapat Membuat Jantung Berdebar
Mandi air panas dapat membuat jantung berdebar, karena air panas dapat meningkatkan tekanan darahmu. Para ahli memperingatkan bahwa hal tersebut dapat membuat tubuh menjadi sangat panas dan menyebabkan stres pada jantungmu. Saat jantung berdebar, kamu akan merasa gelisah dan malah menghabiskan waktu dengan berguling–guling di kamar.

Baca Juga:
Cegah Eksim Memburuk, Ini Penyebab Mandi Bisa Picu Kulit Gatal!

3. Menambah berat badan
Jika kamu pernah makan makanan lezat dan mandi air panas kemudian tidur, mungkin menurutmu hal tersebut adalah hal yang nikmat. Tapi tahukah kamu, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi tubuhmu? Mandi setelah makan dapat membingungkan sistem pencernaanmu dan menambah berat badan.

Sistem pencernaan membutuhkan peningkatan aliran darah menuju perut, dan di satu sisi, mandi menyebabkan darah mengalir ke bagian lain dari tubuh. Jika kamu harus mandi di malam hari, lebih baik menunggu setidaknya 30 menit setelah makan.

4. Berdampak Buruk pada Rambut
Mandi sebelum tidur dan kemudian tidur dalam keadaan rambut masih basah, dapat membahayakan kesehatanmu. Tidur dengan rambut basah akan menyebabkan kondisi bantal menjadi lembap dan menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap, yang dapat menjadi lingkungan bagi pertumbuhan bakteri berbahaya. Hal tersebut dapat bermasalah bagi kulit kepala, seperti gatal, iritasi, dan ketombe. (Maria Mery Cristin)