Gojek 100 Persen Gunakan Kendaraan Listrik 2030

Andrygmv.net —

Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) membentuk usaha patungan bersama TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS) yang bernama Electrum. Strategi ini bakal membuat Gojek bukan cuma bergerak di bidang teknologi transportasi, tetapi juga seputar motor listrik.

Electrum akan mengembangkan berbagai bisnis, salah satunya di bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua. Selain itu perusahaan ini juga dikatakan mengolah pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, sampai pembiayaan kepemilikan kendaraan listrik yang diperlukan Gojek mengejar mimpi beralih sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik.

Gojek telah menetapkan target transisi ke penggunaan kendaraan listrik pada 2030. Berdasarkan laporan sustainability tahunan yang dirilis pada Mei, Gojek telah bekerja sama dengan lebih dari 2 juta driver dan aplikasinya sudah diunduh lebih dari 190 juta kali sejak 2015.

Menjelang target 100 persen kendaraan listrik pada 2030, Gojek telah meningkatkan uji coba komersial sepeda motor listrik pada Oktober lalu menjadi 500 unit motor listrik. Uji coba tahap itu bekerja sama dengan Pertamina, Gesits, dan pengembang sistem tukar baterai asal Taiwan, Gogoro.

Uji coba juga disebut bisa ditingkatkan lagi menjadi 5.000 unit dengan jarak tempuh penggunaan 1 kilometer.

CEO Gojek Kevin Aluwi menjelaskan Electrum merefleksikan keseriusan perusahaannya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang dikatakan juga mendukung rencana pemerintah.

“Kami berharap upaya ini dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi kepada penanggulangan perubahan iklim di Indonesia. Kendaraan listrik merupakan masa depan bagi sektor transportasi dan kami memastikan hal tersebut dapat terwujud lebih cepat melalui kolaborasi ini,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis (18/11).

Wakil Direktur Utama Karya Baru, Pandu Sjahrir, mengatakan perusahaannya berkomitmen pada sustainability untuk mencapai nol emisi karbon pada 2030 dengan transformasi menjadi green business.

“Kolaborasi dengan Gojek ini merupakan salah satu bagian dari komitmen reinvestasi pendapatan usaha TBS ke sektor energi bersih dan energi baru dan terbarukan,” ujar Pandu.

Kata Pandu lagi bahwa pemahaman perusahaan di bidang energi dan ekosistem teknologi Gojek yang luas bisa menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

(fea)

[Gambas:Video CNN]