Fakta Kapal Cepat Rudal Produksi Lokal yang Diluncurkan Prabowo

Andrygmv.net —

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meluncurkan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia (Persero) pada akhir pekan lalu. Berikut faktanya.

Kekuatan pertahanan maritim Indonesia

Kapal cepat tipe rudal ini disebut sebagai upaya memperkuat pertahanan maritim Indonesia melalui spesifikasi yang ditawarkan kapal perang ini.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter merupakan salah satu produk Alutsista yang menjadi salah satu state of the art PT PAL Indonesia di mana keseluruhan proses rancang bangun dilakukan oleh PT PAL Indonesia.

Kapal KCR disebut memiliki kemampuan manuver yang lincah dan mampu bergerak secara cepat untuk menjalankan fungsinya dalam pengamanan wilayah maritim dan melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang melanggar wilayah teritorial laut RI.

Produk lokal

KCR yang diresmikan oleh Prabowo merupakan kapal kelima dan keenam yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia.

Sebelumnya PT PAL Indonesia telah membangun tiga unit platform KCR 60 Meter yang merupakan bagian dari proyek pembangunan batch 1, yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629, dan KRI Halasan-630.

Kemudian pada batch 2 dibangun platform KRI Kerambit-627 yang kemudian diikuti dengan proyek Fitted For But Not With (FFBNW) sistem sensor dan senjata KRI Kerambit-627.

KCR 60M pada batch kali ini,-batch 3- disebut memberikan sejarah baru bagi PT PAL Indonesia, karena untuk pertama kali pengadaan dua unit kapal kali ini dibangun lengkap antara platform beserta dengan sistem persenjataannya.

Dilengkapi peralatan canggih

Secara fisik, KCR ini memiliki panjang keseluruhan 60 meter dengan lebar 8,10 meter dan tinggi 4,85 meter yang mampu membawa muatan penuh 450 hingga 500 ton.

Kemudian KCR juga telah dilengkapi dengan sistem persenjataan yang mampu mendeteksi sasaran atau target baik di udara, permukaan, dan bawah laut.

Pada sistem persenjataan, KCR ini dibekali dengan senapan utama (Main Gun) 57 mm Bofors , Shipborne gun 20 mm , dan SSM ( Surface to Surface Missile) Exocet 40MM B3.

Selain itu, KCR ini disebut memiliki kemampuan patroli dengan jarak tempuh dan kecepatan jelajah mumpuni untuk menjaga laut territorial Indonesia pada kondisi Sea State 6 dan kemampuan pengoperasian senjata pada pengoperasian senjata pada Sea State 4.

Kapal ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load dengan daya tahan 5 hari.

Nantinya KCR 60m direncanakan bergabung dan memperkuat kapal perang RI yang akan bertugas di satuan kapal cepat Koarmada III.

Pembangunan KCR oleh PT PAL Indonesia disebut tak hanya meliputi pembangunan platform, tetapi juga termasuk pada instalasi sistem sensor dan senjata.

Prabowo menjelaskan Indonesia harus jadi “tuan” di wilayah laut, darat, dan udaranya.

“Kita punya cita-cita besar, harus jadi tuan di laut, darat, dan udara kita sendiri. Kita bersahabat dengan semua negara tapi kita akan mempertahankan kedaulatan dengan segala cara,” ujar Prabowo pada acara peluncuran, Minggu (5/12) dalam keterangan tertulis.

Peluncuran yang digelar di Ship Lift Divisi Kapal Perang PT PAL, Surabaya, Jawa Timur tersebut juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod.

(lnn/mik)

[Gambas:Video CNN]