Eks Direktur WHO Sebut Varian Omicron Mutasi Terbanyak dari Covid-19

Andrygmv.net —

Mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengatakan varian baru Omicron merupakan mutasi terbanyak dari Covid-19. Ia khawatir Covid-19 varian Omicron dapat menyebar dengan cepat ke masyarakat, seperti di Afrika.

“Ini (Omicron) adalah mutasi terbanyak Covid-19 selama ini, dan sebagian mutasi ini adalah baru,” ucap Tjandra dalam keterangan resmi, Sabtu (27/11).

Tjandra mengatakan Omicron juga berpotensi menyerang masyarakat yang sebelumnya sudah terinfeksi covid-19. Selain itu, omicron juga akan menyerang sistem imun masyarakat.

“Karena 30 mutasi terjadi di spike protein, sementara vaksin biasanya bekerja melalui spike protein, maka memang ada kekhawatiran tentang dampak varian baru ini pada efikasi vaksin,” ungkap Tjandra.

Saat ini, kata dia, beberapa produsen vaksin covid-19 sedang meneliti varian Omicron. Produsen yang dimaksud, seperti Moderna dan AstraZeneca.

“Tentu akan diikuti oleh produsen vaksin lain, termasuk yang digunakan di Indonesia,” kata Tjandra.

Menurut Tjandra, masih butuh waktu beberapa minggu untuk memastikan seberapa besar dampak varian baru ini pada penyebaran, beratnya penyakit, dan infeksi ulang.

Selain itu, para ahli juga sedang mengkaji apakah Omicron bisa terdeteksi oleh tes swab PCR dan antigen.

Sejauh ini, Covid-19 varian Omicron sudah ditemukan di sejumlah negara. Selain Afrika, ada pula Belgia, Eropa, dan Hong Kong.

“Jadi sudah lintas benua di dunia,” jelas Tjandra.

Sebagai informasi, sejumlah negara bersiap mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron dengan melarang pendatang dari Afrika Selatan.

Beberapa negara yang sudah membatasi perjalanan internasional itu, seperti Brasil, Inggris, Israel, Jepang, dan Indonesia.

(aud/agn)

[Gambas:Video CNN]