Deret Masalah Umbar Data di Medsos: Add Yours, KTP Challenge

Andrygmv.net —

Kegaduhan sempat tercipta karena fitur terbaru Instagram, stiker Add Yours yang menjadi celah kebocoran data pengguna sampai KTP Challenge menjadi polemik di sosial media dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, Instagram memperkenalkan fitur barunya yang dinamakan Add Yours melalui Instagram Story. Berawal dari fitur stiker sebagai hura-hura, Add Yours kemudian buka celah pengguna obral data pribadi.

Selain bisa berbalas pesan melalui postingan Instagram Story, Add Yours juga kerap dijadikan challange atau tantangan oleh para pengguna. Ketika melihat stiker Add Yours di Stories teman mereka, pengguna dapat turut berpartisipasi dalam keseruan tantangan dengan mengetuk tombol Add Yours.

Add Yours picu masalah

Namun, di tengah hura-hura pengguna tersebut sebagian di antaranya justru mengeluhkan platform fitur Add Yours itu menjadi celah kebocoran data hingga sebagai modus operandi di jagat maya.

Tantangan meminta para penggunanya menyebutkan data pribadi mereka, mulai dari tahun kelahiran pengguna, variasi nama panggilan sampai tanggal lahir pengguna.

Bahkan, kebocoran dan tersebarnya data pribadi melalui fitur Add Yours di Instagram kerap bermuara pada tindak kejahatan yang menyebabkan kerugian. Modus tersebut kemudian dituangkan dalam postingan Twitter pada Selasa (23/11) pagi oleh @ditamoechtar_.

Dita Moechtar menjelaskan bahwa baru tadi pagi ia ditelepon oleh rekannya yang tertipu dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer. Dita mengatakan bahwa rekannya merasa percaya, lantaran penipu memanggil dia dengan nama panggilan akrab yang diduga diambil ketika korban mengikuti challenge di Instagram.

“Yang bikin temen saya percaya, si penipu manggil dia “pim”. “Pim” adalah panggilan kecil teman saya, yang hanya orang dekat yang tahu. Terus dia inget dia abis ikutan (challenge Add Yours),” ujar Dita lewat twitternya, Selasa (23/11).

Kegaduhan yang dibuat Add Yours membuat pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya angkat bicara. Menurut Alfons, fitur Add Yours bukan menjadi akar masalah dalam modus kejahatan, melainkan kecerobohan pengguna yang menjadi penyebabnya.

Menurut Alfons banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa individu telah membagikan informasi yang bersifat rahasia, lewat kuis atau fitur tambahan seperti fitur Add Yours di Instagram.

“Itukan tergantung pada pengguna medsosnya, istilahnya kalau pengguna medsosnya ceroboh dan bisa menampilkan data pribadi banyak cara, itu hanya salah satu cara. Jadi istilahnya bukan tools-nya yang bermasalah tetapi pengguna medsosnya yang kurang cermat,” ujar Alfons kepada CNNIndonesia.com.

Alfons menyarankan pengguna media sosial agaknya lebih sensitif dan menghindari untuk membagikan data kependudukan yang sifatnya pribadi. Hal itu lantaran dapat berpotensi melancarkan aksi kejahatan lewat rekayasa sosial.

Di sisi lain, perwakilan Meta Indonesia mengatakan akan menghapus sederet informasi pribadi yang menyebabkan kerugian fisik hingga kerugian keuangan, tempat tinggal dan medis. Tak luput, pihaknya juga akan menghapus informasi pribadi yang diperoleh dari sumber ilegal.

“Kami akan menghapus konten yang membagikan, menawarkan, serta mengumpulkan informasi identitas pribadi atau informasi pribadi lainnya yang dapat menyebabkan kerugian fisik atau keuangan, seperti informasi keuangan, tempat tinggal dan medis, serta informasi pribadi yang diperoleh dari sumber ilegal,” ujar Meta kepada CNNIndonesia.com.

TikTok KTP Challenge

Hal lain yang menjadikan media sosial heboh selama sepekan terakhir adalah KTP challenge di TikTok. Dimuai dari pengguna yang mengumbar foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) dalam unggahannya yang menggunakan tagar #KTPChallenge.

Beberapa unggahan berasal dari periode waktu sepekan ke belakang dengan mayoritas konten menunjukkan kolom nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, dan foto wajah pemilik KTP. Unggahan lain berasal dari periode waktu beberapa bulan ke belakang, bahkan hingga akhir 2020 yang sebagian besar menunjukkan foto wajah pemilik KTP.

Unggahan data pribadi semacam ini tentu dapat menimbulkan risiko bagi pemilik KTP. Pasalnya identitas pribadi yang ditampilkan di konten tersebut dapat “dicuri” dan digunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan.

(ttf/fjr)

[Gambas:Video CNN]