Daftar Karya Seni Bisa Dijual selain NFT Selfie Ghozali Everyday

Andrygmv.net

Ghozali Everyday mendadak viral usai foto swafoto miliknya dalam bentuk aset digital atau Non Fungible Token (NFT) laku terjual hingga meraup cuan miliaran rupiah. Selain foto selfie Ghozali, ada sederet aset digital lain yang laku diburu kolektor.

Pakar Metaverse dari Indonesia Digital Milenial Cooperatives (IDM Co-op), MC Basyar mengatakan karya seni bisa laku dijual dalam bentuk NFT di antaranya seperti lukisan, foto, animasi, file suara hingga lagu bisa dijual dalam bentuk NFT dan berpotensi ramai pembeli.

“Semua hal yang dijadikan digital aset bisa laku dijual. Apapun (bentuknya) seperti suara, musik gambar,” ujar Basyar kepada CNNIndonesia.com Jumat (14/1).

Menurutnya, semua aset dalam bentuk NFT biasanya memiliki teknologi smart contract, yang merupakan hak cipta dari suatu produk.

“Animasi pasti (bisa dijual). Semua yang bisa dijadikan digital aset, Ktp, kartu keluarga bisa,” pungkasnya.

Waspada konten pornografi

Di samping itu MC Basyar mengkhawatirkan adanya penjualan konten porno dalam bentuk NFT. Hal itu lantaran konten porno sudah mulai dijual oleh beberapa apliksi porno di pasar global.

NFT konten porno yang bisa dijual, kata Basyar bisa dalam bentuk animasi, maupun dalam bentuk gambar. Meski demikian, ia yakin konten porno tidak akan bisa diperjualbelikan di Indonesia, sebab bersinggungan dengan aturan undang-undang yang berlaku di tanah air.

“Kemungkinan jual konten porno juga pasti ada, cuman kan potensinya paling di pasar global. Di Indonesia belum bisa karena konten porno kan enggak boleh,” pungkasnya.

Basyar mengatakan di pasar global memang ada beberapa token yang utilitasnya konten porno, terutama pada pasar NFT di Amerika Serikat.

Sebelumnya seorang mahasiswa bernama Ghozali menjadi miliarder berkat selfie atau swafoto yang dilakukannya setiap hari sejak 2017. Ghozali (22) berhasil menjadi miliarder setelah koleksi non-fungible token (NFT) berjudul ‘Ghozali Everyday’ miliknya ramai dikoleksi para kolektor aset digital.

Ghozali menjual koleksinya tersebut di platform marketplace OpenSea. Platform ini menyediakan ruang bagi penjual, pembeli, dan kreator aset digital untuk bertransaksi dengan mata uang kripto Ethereum (ETH).

Koleksi NFT yang menjadi incaran kolektor milik Ghozali merupakan kumpulan foto selfie dirinya setiap hari sejak berusia 18 hingga 22 tahun, tepatnya pada 2017 hingga 2021.

(mik/mik)

[Gambas:Video CNN]