BSPL Ungkap Sebab 7 Mamalia Laut Terdampar dan Mati di Bali

Denpasar, CNN Indonesia —

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar mencatat sepanjang tahun 2020 ada tujuh mamalia laut yang terdampar hidup dan ada juga mati di Perairan Bali.

Tujuh mamalia laut itu terdiri dari ikan paus dengan berbagai jenis serta lumba-lumba.Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengatakan, untuk penyebab kematian mamalia ada beberapa macam penyebab kematian.

“Penyebabnya harus satu-satu yang kita lihat. Karena, banyak metode yang harus kita lakukan dan kita harus mengetahui satu-satu,” kata Yudiarso, saat dihubungi Kamis (25/11).

Pertama, untuk penyebab kematian mamalia tersebut bisa karena luka yang diakibatkan diburu hewan lain. Lalu, kedua diduga karena pencernaan mamalia itu kemasukan plastik, seperti senar tali plastik, kail pancing dan benda-benda macam-macam lainnya.

Ketiga, bisa juga karena terjerat jaring nelayan akhirnya luka dan mati, dan keempat karena pencemaran air laut yang kelihatan maupun tidak kelihatan.

“Karena air di sekitar lokasi tercemar atau mungkin dia makan sesuatu yang tercemar. Contohnya, misalkan yang baru-baru ini di Tabanan itu penyu mati, karena ada minyak kayak oli dan itu tumpahan di laut terus dia mati di mulutnya keluar minyak itu,” ujarnya.

“Atau mungkin, dia makan di padang lamun rumput di dalam laut yang terkena zat kimia. Misalkan flooring (yang) buangan kamar mandi yang biasanya menyikat pakai flooring dan nempel di padang lamun dimakan akhirnya keracunan,” ujarnya.

Sementara, untuk kematian Lumba-lumba pihaknya juga menemukan mati karena senar pancing dan ketika dilakukan nekorupsi ada semacam infeksi di paru-parunya.

“Satu kematian itu dugaan bisa (4 penyebab) yang tadi. Bisa karena sakit dia kena ombak (terdampar) atau luka digigit hiu atau ikan lain. Kalau, plastik itu bentuknya bisa senar plastik, tali-tali dan lainnya,” ujarnya.

Dari pengamatannya mamalia banyak ditemukan mati di Perairan Selatan Bali, seperti di Perairan Tabanan ke Kuta hingga di Perairan Denpasar Selatan.

Faktor yang membuat mamalia laut mati dari penilaiannya karena faktor manusia, seperti terjadinya pencemaran air laut karena ada tumpahan minyak atau adanya sampah yang membuat kotor perairan sehingga ada zat kimia yang berbahaya di laut.

“Jadi, satu sisi ketika dia (mamalia) menjauh dari daratan itu rata-rata relatif aman tapi kalau dia mendekat dan kondisi alam yang kurang bagus cuaca buruk, banyak sampahnya itu (tidak aman). Seperti dugong dan penyu (cari makannya) itu di daerah-daerah pantai persisir itu yang menyebabkan dia rentan,” ujarnya.

Simak lanjutan berita di halaman berikutnya..


Langsung Maupun Tak Langsung, Ulah Manusia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA