Bayi Anjing Laut Belajar Bicara Seperti Manusia

Andrygmv.net —

Seorang bayi mulai bicara dengan kosakata-kosakata sederhana seperti “Buu”, “Baa”, dan sebagainya. Seiring bertambahnya usia, cara manusia bicara akan terpengaruh lingkungan.

Biasanya, bayi hingga anak-anak tidak berpikir untuk mengontrol intensitas atau volume suara mereka dan cenderung berteriak.

Ilmuwan melihat pola serupa juga terjadi pada bayi anjing laut. Hal tersebut disimpulkan setelah penelitian Biologi tersebut melibatkan delapan bayi anjing laut.

Dari penelitian yang diabadikan di jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B Biological Sciences, dapat disimpulkan bahwa anjing laut akan menurunkan nadanya seiring bertambah dewasa.

Anjing laut disebut akan mengalah, menurunkan suara, alih-alih ikut lingkungan sekitarnya yang bising dengan suara-suara tinggi.

“Kami pikir mereka [anjing laut] meningkatkan intensitas suaranya saat kebisingan meningkat,” kata Andrea Ravignani, peneliti dari Max Planck Institute for Psycholinguistics, dilansir dari CNet.

“Namun, apa yang dilakukan anjing laut adalah menurunkan nada suara mereka untuk menghindari rentang frekuensi kebisingan” lanjutnya.

Anjing laut dinilai memiliki kontrol yang baik dalam menentukan nada suara dan apa yang disampaikan, seperti manusia pada umumnya.

Ini berbanding terbalik dengan anjing, yang cenderung melatih suara yang lebih keras seiring bertambahnya umur. Ravignani dan tim menyebut bahwa anjing laut tidak punya kecenderungan seperti itu.

Penelitian tersebut memaparkan alasan mengapa suara anjing laut lebih terkontrol seiring bertambahnya umur. Pertama, itu adalah respons dari habitat mereka.

Nada yang lebih rendah menyebar lebih baik dalam angin, seperti yang kerap ditemui di habitat anjing laut. Mereka memahami bagaimana efektif dalam berkomunikasi.

Dengan kontrol yang baik, anjing laut juga disebut dapat memproduksi suara yang lebih merdu daripada hewan lain.

“Kemampuan manusia untuk berbicara dan bernyanyi bergantung pada kontrol organ vokal kita yang sangat baik,” kata Ravignani, menjelaskan analogi anjing laut dan manusia.

(tim/fjr)

[Gambas:Video CNN]