Astronaut NASA Panen Cabai di Luar Angkasa

Andrygmv.net —

Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, membuat eksperimen yakni menanam hingga memanen cabai di luar angkasa. Hasil panen cabai itu lantas digunakan para astronaut untuk membuat berbagai makanan seperti taco.

Benih cabai dibawa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Juni lalu. Hal itu menjadi bagian dari eksperimen NASA untuk melihat makanan apa saja yang bisa ditanam di luar angkasa.

Eksperimen itu membantu peneliti untuk menetapkan sumber makanan apa saja yang bertahan pada saat melakukan misi panjang. Salah satunya saat melakukan perjalanan ke Mars.

Cabai yang ditanam astronaut di luar angkasa itu berjenis paprika. Astronaut NASA Megan McArthur mengunggah kicauannya di Twitter pada pekan lalu bahwa kru mencicipi paprika, dan dia mencampurkan paprika itu ke taco, dicampur daging sapi dan sayuran fajita.

McArthur menyebut cabai paprika yang digunakan menghasilkan “taco luar angkasa terbaik.”

NASA mengatakan pada bulan Juli bahwa paprika akan tumbuh selama sekitar empat bulan sebagai bagian dari penyelidikan Plant Habitat-04.

Dikutip Science Alert, proses ini pertama kalinya astronaut NASA menanam tanaman cabai di ISS, dari biji hingga siap panen.

NASA mengatakan bahwa para kru akan memakan paprika jika terlihat bagus, dan juga menyimpan beberapa untuk dibawa kembali ke Bumi untuk dipelajari.

McArthur mengatakan dalam kicauannya di Twitter bahwa para astronaut harus mengisi survei setelah mencicipi paprika.

McArthur yang merupakan tim astronaut dari SPaceX Crew-2 masih berada di ISS ketika cabai siap dipanen. Seharusnya mereka pulang pada akhir Oktober sebelum panen siap.

Namun mereka masih di luar angkasa menunggu cuaca membaik dan menunggu peluncuran misi bantuan untuk mereka, misi Crew-3, menurut laporan Space.

NASA mengatakan bahwa menanam makanan di luar angkasa memiliki manfaat logistik dibandingkan membawa makanan kemasan dari Bumi, dan merawat tanaman luar angkasa dapat memiliki manfaat psikologis bagi kru.

Disebutkan bahwa perjalanan jauh dari Bumi, termasuk ke Mars, “dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dan memiliki batasan untuk pasokan makanan.

(can/rds)

[Gambas:Video CNN]