Alasan Ular Kerap Keluar dari Lubang WC, Plafon, dan Pot Tanaman

Andrygmv.net —

Sejumlah kasus ditemui ular kerap keluar dari tempat-tempat seperti lubang WC, plafon, dan sekitar pot tanaman. Hal ini disebut karena insting ular mencari tempat yang lembap dan aman.

Beberapa tempat yang dianggap aman oleh ular adalah tempat-tempat yang memiliki kriteria alur-alur, pojokan, dan lubang.

“Anakan ular mengikuti insting, insting di mana dia akan safe. Instingnya dia mengikuti alur-alur, pojokan-pojokan, lubang-lubang,” jelas Ahli Herpetologi Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amir Hamidy kepada CNNindonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/11).

Selain itu kamar mandi disebut sebagai tempat yang paling lembap di rumah, sehingga menjadi pilihan utama bagi ular. Karena selain ketiga kriteria tempat tersebut, kondisi lembap juga menjadi kriteria tempat yang disukai oleh ular.

“Ketika ada di rumah dia (ular) mencari tempat yang paling lembap, dan yang lembap itu di kamar mandi,” ujar Amir.

Sehingga lubang dan lembap menjadi kombinasi ideal yang membuat closet menjadi lokasi favorit untuk ular bersembunyi.

“Dan ketika di kamar mandi dia bisa bersembunyi di closet, itu tempat paling ideal untuk bersembunyi,” kata Amir.

“Lubang menjadi insting ular untuk bersembunyi,” imbuhnya.

Amir menambahkan ular yang muncul dari closet berasal dari saluran air bukan dari septic tank. Karena kondisi septic tank yang tertutup tidak memungkinkan untuk diakses oleh ular dan juga tempat tersebut berisi gas yang sangat kuat yang kemungkinan membuat ular tidak nyaman.

“Bukan berarti dia keluar dari septic tank, dia dari saluran air masuk ke situ. Septic tank kan tertutup dan ada gas-gas amonia yang sangat kuat yang dia juga ngga akan suka di situ,” jelas Amir.

Lebih lanjut Amir mengatakan jika kita menemukan ular di lingkungan rumah, kita dapat memanggil bantuan atau langsung mengusir ular tersebut.

Garam kerap dipercaya efektif mengusir ular, namun menurut Amir hal ini tidak benar. Cara yang efektif untuk mengusir ular adalah penggunaan bau-bau menyengat karena ular sangat tidak menyukai bau-bau menyengat.

“Garam itu enggak efektif, yang efektif itu bau-bauan menyengat seperti Wippol, bensin, minyak tanah,” katanya.

Selain itu masyarakat juga bisa menggunakan alat seperti sapu, dan tidak disarankan menggunakan tangan kosong saat melakukan proses pengusiran.

Jika kesulitan, Amir mengimbau masyarakat untuk memanggil Dinas Pemadam Kebakaran atau professional untuk membantu proses pengusiran.

Calling (panggil) damkar atau professional yang memang membidangi itu untuk relokasi,” ujarnya.

Ular kerap hadir di pemukiman warga, terlebih pada musim-musim penghujan di akhir tahun seperti sekarang.

Ular-ular ini disebut Amir sebagai ular yang disimpan sebagai telur pada tiga hingga empat bulan lalu, dan menetas pada musim hujan.

“Kalo kita lihat polanya kapan dia muncul dan perjumpaannya lebih banyak tercatat itu kapan, ya di akhir-akhir tahun seperti ini. November, Desember, sampai Januari,” ujar Amir.

“Karena memang musim hujan itu musim di mana telur-telur ular ini menetas,” imbuhnya.

Kemudian Amir menjelaskan hal ini ditambah dengan musim penghujan yang menyediakan lebih banyak sumber makanan bagi ular-ular tersebut.

“Kalau di musim penghujan atau di puncak musim penghujan itu ketersediaan pakan untuk anakannya juga bagus, ada cicak, katak, kemudian jenis mangsa yang lain yang dapat menjadi pakan alami bagian anakan itu. Makanya secara alami hampir semua jenis ular itu periode menetasnya itu di bulan-bulan musim penghujan,” papar Amir.

(lnn/fjr)

[Gambas:Video CNN]