Ahli Paparkan Penyebab Varian Omicron Cepat Menyebar

Andrygmv.net

Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Utomo memaparkan penyebab lonjakan kasus Covid-19 varian omicron yang kini terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Lonjakan kasus didorong oleh kombinasi prokes yang kendor [banyak negara bagian di AS yang tidak mewajibkan masker], munculnya gelombang delta dan omicron, dan masih banyaknya kelompok yang belum divaksinasi,” kata Ahmad kepada CNNIndonesia.com melalui pesan teks, Rabu (12/1).

Lonjakan kasus Covid-19 tampak kian mengkhawatirkan, bahkan jumlah kasus harian di beberapa negara sampai mencatatkan rekor.

Kehadiran varian baru omicron dianggap menjadi salah satu yang berperan besar dalam lonjakan kasus Covid-19. Hal ini disebabkan karena varian ini memiliki tingkat penularan yang luar biasa tinggi.

Namun varian baru ini disebut hanya menyebabkan gejala ringan pada penderitanya.

Meski demikian, vaksinasi harus tetap diberikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penularan yang tinggi.

Menurut Ahmad kelompok yang telah mendapatkan vaksinasi masih bisa tertular virus corona, namun gejalanya lebih ringan.

“Kelompok yang divaksinasi memang masih bisa PCR positif tapi gejalanya jauh lebih ringan dari kelompok unvaxxed (belum vaksinasi),” jelas Ahmad.

“Artinya naiknya kasus “tidak masalah” selama yang bergejala berat atau meninggal rendah. Namun bagi unvaxxed, secara konsisten selalu mendominasi gejala berat dan kematian,” ucap Ahmad menambahkan.

Penularan varian omicron yang sangat cepat disebut karena sejumlah mutasi yang ada pada varian tersebut.

“Mutasi pada omicron sejauh ini memang membuat proses infeksi dan replikasi virus lebih efisiensi,” tutur Ahmad.

Meski disebut hanya menimbulkan gejala ringan, varian omicron masih berpotensi untuk menyebabkan gejala berat bahkan kematian pada kelompok yang belum mendapatkan vaksinasi.

“Kesan mild pada omicron karena varian ini muncul dimana proporsi manusia yang sudah vaksin lebih banyak dibanding era ketika varian delta muncul,” pungkasnya.

(lnn/rhr)

[Gambas:Video CNN]