Ahli Larang Lobster dan Kepiting Direbus Hidup-Hidup

Andrygmv.net —

Para ahli di London School of Economics melarang lobster dan kepiting direbus hidup-hidup lantaran mereka bisa merasakan sakit, sehingga harus diperlakukan seperti makhluk hidup.

Tak hanya kepiting dan lobster, laporan CNN, gurita juga termasuk makhluk yang mampu merasakan sakit. Berdasarkan tinjauan yang dilakukan pemerintah Inggris, hewan-hewan tersebut kini masuk dalam daftar makhluk hidup yang akan diberikan perlindungan di bawah undang-undang kesejahteraan hewan yang baru.

Sebanyak 300 studi ilmiah yang telah dilakukan para ahli untuk mengevaluasi dan membuktikan bahwa hewan memiliki perasaan. Hasill studi tersebut menyimpulkan bahwa hewan chepalopoda (seperti gurita, cumi-cumi dan sotong) dan dekapoda (seperti kepiting, lobster dan udang karang) harus diperlakukan sebagai makhluk hidup.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa lobster dan kepiting tidak boleh direbus hidup-hidup. Selain hewan-hewan tersebut juga harus mendapatkan perlakukan terbaik pada saat pengangkutan, dipingsankan dan pemotongan.

Sebelumnya vertebrata atau hewan dengan tulang punggung, sudah diklasifikasikan sebagai makhluk hidup yang masuk dalam undang-undang kesejahteraan hewan baru yang saat ini sedang diperdebatkan di Inggris.

“RUU Kesejahteraan Hewan memberikan jaminan penting bahwa kesejahteraan hewan dipertimbangkan dengan tepat ketika mengembangkan undang-undang baru,” kata Menteri Kesejahteraan Hewan Lord Zac Goldsmith dalam sebuah pernyataan dilansir CNN

“Ilmu pengetahuan sekarang jelas bahwa dekapoda dan cumi dapat merasakan sakit dan oleh karena itu wajar jika mereka dilindungi oleh undang-undang penting ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Setelah RUU itu disahkan, nantinya akan dibentuk Komite Perasaan Hewan yang akan mengeluarkan laporan tentang seberapa baik keputusan pemerintah mempertimbangkan kesejahteraan hidup hewan.

8 Cara Mengukur Perasaan Kepiting dan Lobster

Laporan tersebut mengatakan bahwa studi dilakukan dengan menggunakan delapan cara yang berbeda untuk mengukur perasaan.

Termasuk kemampuan belajar, kepemilikan reseptor rasa sakit, hubungan antara reseptor rasa sakit dan daerah otak tertentu, respon terhadap anestesi atau analgesik serta perilaku termasuk menyeimbangkan ancaman terhadap kesempatan untuk penghargaan dan perlindungan terhadap cedera atau ancaman.

Hasilnya, peneliti menemukan bukti perasaan yang sangat kuat pada gurita dan pada sebagian besar kepiting. Untuk hewan lain dalam dua kelompok ini, seperti cumi-cumi, sotong dan lobster, mereka menemukan bukti yang substansial tetapi tidak kuat.

[Gambas:Video CNN]


Mengukur Kesejahteraan Hewan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA