Adaptasi Kebiasan Baru, Ini 6 Aspek Digitalisasi yang Muncul di Masa Pandemi

Andrygmv.net – Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat di seluruh dunia beradaptasi dengan kebiasaan baru. Infeksi virus Corona SARS-Cov-2 yang sangat menular dan mematikan membuat aktivitas masyarakat dibatasi secara ketat, untuk meminimalisir penularan.

Menurut Lead Creative Strategy Frente Indonesia, Gebryn Benjamin, adaptasi kebiasaan baru merupakan dampak pandemi Covid-19 yang tidak bisa dihindari.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, memang kita harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital saat. Soalnya kalau kita menolak menggunakannya, karena malas atau enggan belajar, yang dirugikan kita sendiri,” tutur Gebryn, dalam keterangan pers webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diterima Andrygmv.net.

Adaptasi kebiasaan baru membuat sejumlah kegiatan yang dulu bisa dilakukan dengan bebas, kini dibatasi. Hal ini membuat peran digitalisasi semakin penting, mengingat perkembangan teknologi memudahkan masyarakat untuk beradaptasi ke kebiasaan baru.

Baca Juga:
Transformasi Digital Mutlak Dilakukan Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi belanja online. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi belanja online. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gebryn mengatakan setidaknya ada 6 aspek kehidupan masyarakat yang tersentuh digitalisasi di masa pandemi Covid-19. Apa saja?

1. Belanja online

Belanja online menggunakan e-commerce atau toko online memang sudah dilakukan sebelum pandemi. Namun pandemi mempercepat pertumbuhan e-commerce secara masif.

“Jika dulu cuma barang-barang tertentu saja yang dibeli secara online, sekarang semuanya mulai dari kebutuhan rumah tangga, sayur, makanan, hingga baju dan elektronik,” tuturnya.

2. Pembayaran digital

Baca Juga:
Digitalisasi Penyiaran Harus Bisa Bantu Masyarakat Dapatkan Informasi

Pembayaran digital menggunakan uang elektronik dan dompet digital mempermudah transaksi keuangan.