6 Tips Motor Bermasalah Akibat Menerabas Banjir

Andrygmv.net —

Intensitas hujan yang meningkat di akhir tahun dapat membuat genangan bahkan banjir yang patut diwaspadai masyarakat pengguna sepeda motor.

Kondisi jalan yang banjir sebetulnya sangat tidak disarankan untuk dilewati. Selain berbahaya bagi keselamatan pengendara, air yang merendam sepeda motor juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen kendaraan.

Meskipun beresiko, namun tidak sedikit pengguna sepeda motor yang tetap nekat menerobos banjir hingga menyebabkan motor mengalami malfungsi atau bahkan mati mesin.

Jika sudah seperti itu, maka pengendara perlu melakukan penanganan yang tepat terhadap motor, agar kondisinya tidak menjadi lebih parah dan memakan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.

Jika terpaksa harus melewati dan menerabas banjir, pastikan tinggi air tidak melebihi lubang knalpot dan filter udara untuk menghindari masuknya air ke dalam mesin. Berikut tips motor bermasalah akibat menerabas banjir.

1. Jangan langsung menghidupkan mesin motor

Ketika mesin motor mati setelah menerabas banjir, pengguna sepeda motor sangat tidak disarankan untuk memaksa menyalakannya. Hal itu bisa membuat air masuk ke dalam mesin yang dapat menyebabkan kerusakan komponen utama di ruang bakar, seperti stang piston yang membengkok, piston rusak, dan crankcase pecah atau retak akibat water hammer.

Secara teknis, water hammer bisa terjadi akibat adanya air yang terjebak di dalam ruang bakar saat mesin melakukan kompresi. Air yang terjebak, akan memberikan tekanan berlebih ke sekeliling ruang bakar dan mendorongnya sehingga menjadi penyebab komponen-komponen lain bisa rusak.

Selain itu, masalah-masalah seperti konsleting pada kelistrikan juga bisa muncul. Oleh sebab itu, pengguna sepeda motor sebaiknya menepi ditempat yang aman dan melakukan pengecekan terlebih dahulu pada beberapa komponen kelistrikan motor sebelum benar-benar menyalakan mesin.

2. Cek selang indikator CVT

Untuk pengendara sepeda motor berjenis skuter matik (skutik), cara termudah melakukan pengecekan apakah mesin motor kemasukan air adalah dengan melihat selang indikator berwarna transparan yang terletak di bawah CVT.

Jika di dalam selang terdapat air yang mengendap, artinya kemungkinan besar ada air yang masuk ke dalam mesin sehingga perlu dikeluarkan. Cara mengeluarkannya adalah dengan melepas selang tersebut, lalu parkirkan motor dengan standard tengah (main stand) dan tekan bagian behel belakang motor ke bawah hingga posisi ban depan motor terangkat, agar air yang ada di dalam mesin akan mengalir keluar.

Setelah semua air dirasa sudah keluar, tutup kembali lubang dengan selang indikator dan nyalakan mesin. Selanjutnya mainkan gas secara perlahan (low rpm), jika V-belt di CVT tidak selip yang ditandai dengan ban belakang berputar, artinya motor sudah bisa dipakai jalan kembali.


Cara Merawat Motor Korban Banjir

BACA HALAMAN BERIKUTNYA