Tingkatkan Produktivitas Sapi di Indonesia dengan Teknik Inseminasi Buatan

Sapi betina dengan akseptor baik yaitu badan yang kuat dengan fisik sehat serta memiliki perut yang besar

Dalam kurun waktu singkat kata Inseminasi buatan (IB) begitu trend dikalangan para peternak sapi di Indonesia. Dengan memanfaatkan Teknik Inseminasi buatan diyakini dapat menunjang keberhasilan seorang peternak dalam mengembangbiakan hewan ternaknya yaitu sapi dalam kurun waktu yang relatif singkat dan tentunya hasil ternak yang dihasilkan pun baik. Selain itu tingginya konsumsi daging di Indonesia mendorong meningkatnya konsumen terhadap pangan khususnya dalam sektor hewani. Oleh sebab itu haruslah ada suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan sektor pangan ini dan upaya tepat yang dilakukan adalah dengan penerapan program Inseminasi buatan ini.

Inseminasi Buatan dengan nama lain kawin suntik adalah suatu sistem perkawinan buatan yang dilakukan dengan cara memasukan semen/sperma yang berasal dari sapi jantan dan telah diproses dan dicairkan terlebih dahulu kedalam kelamin sapi betina, sapi betina tersebut tentunya harus dalam keadaan sehat dan dewasa. Menyuntikan semen harus menggunakan alat inseminasi yang disebut insemination gun yang dilakukan oleh seorang manusia/peternak yang sudah berpengalaman (Inseminator).  Adapun beberapa tujuan dan keuntungan dari inseminasi buatan sendiri yaitu untuk memperbaiki mutu genetika ternak, mengurangi biaya, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul, mencegah penularan penyakit pada kelamin dan tentunya meningkatkan angka kelahiran dengan cepat.

Teknik yang dilakukan ketika inseminator melaksanakan inseminasi buatan

Inseminasi Buatan dilakukan dengan cara modern. Berikut adalah prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan dan perlu dipahami sebelum melakukan inseminasi buatan:

1. Semen sapi pejantan haruslah dicairkan melalui proses yang dinamakan “Thawing” terlebih dahulu. Semen yang sudah beku kemudian di dimasukan ke dalam air hangat selama 7-18 detik.
2. Straw atau tempat penyimpanan semen yang telah dicairkan dikeluarkan dari air hangat tersebut, lalu dikeringkan dengan menggunakan tissu.
3. Straw kemudian dimasukan kedalam inseminator gun dan ujung straw yang mencuat digunting.
4. Siapkan sapi yang akan di suntik dengan cara dimasukan kedalam kandang dan diikat.
5. Inseminator haruslah menggunakan sarung tangan sebelum memasukan tangan kedalam rectum
6. Masukan tangan kedalam rectum sampai menemukan dan memastikan memegang leher rahim (servix). Jika didalamnya masih terdapat banyak kotoran maka harus dikeluarkan terlebih dahulu.
7. Semen disuntikan ke badan Uterus.
8. Maka selesei lah proses inseminasi ini, keluarkan gun dari uterus secara perlahan-lahan.

Tetapi perlu diingat kembali bahwa tidak semua inseminasi buatan dapat berhasil pada hewan ternak. Karena Tingkat keberhasilan Inseminasi buatan dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya yaitu kinerja Inseminator sendiri, seorang inseminator perlu menjiwai tugas yang sedang dilakukannya dan memiliki tanggung jawab penuh dengan melakukan identifikasi akseptor sapi betina produktif, membuat program birahi sapi berdasarkan siklus birahinya sendiri, membuat pencatatan (recording) dan laporan pelaksanaan IB untuk disampaikan kepada pimpinan satuan palayanan IB melalui pemeriksaan kebuntingan(PKB) setiap bulan. Kondisi Akseptor sapi juga haruslah diperhatikan yaitu sapi dalam keadaan sehat dengan fisik besar dan kuat, ambing yang besar dan elastis, memiliki perut yang besar, tulang pinggul lebar, vulva besar, licin, mengkilat, cembung dan tidak berbulu dengan umur minimal 18 bulan.

Inseminator sedang melaksanakan Inseminasi buatan pada sapi betina

Faktor lain yang menentukan keberhasilan pelaksanaan inseminasi buatan adalah waktu optimun atau pemilihan waktu yang tepat dalam pelaksaan IB. Setelah sapi menunjukan tanda-tanda birahi nya, birahi pada sapi betina sapi itu sendiri biasanya berlangsung selama 18 jam dengan siklus birahi rata-rata 21 hari. Adapun ovulasi terjadi kurang lebih 12 jam setelah proses berakhirna proses birahi. Semen pejantan diperkirakan bisa hidup dalam alat reproduksi betina selama 30 jam. Oleh karena itu semen pejantan haruslah sudah dipersiapkan 6 jam sebelum terjadi pembuahan. dan waktu yang paling ideal untuk menyuntikan semen adalah 9 jam sesudah birahi berlangsung dan 6 jam sesudah birahi berakhir.

Inseminasi Buatan memiliki banyak manfaat dan mudah diaplikasikan di dunia peternakan, selain praktis teknik inseminasi buatan juga memberikan keuntungan lebih untuk peternak itu sendiri dan membantu mengoptimalisasikan permintaan kebutuhan daging Indonesia. Maka tunggu apalagi, segeralah mengaplikasikan cara/metode ini dan dapatkan semua manfaatnya. MAJULAH TERUS PETERNAK INDONESIA!

About The Author

Reply