Manfaat Vitamin E untuk Rambut

Vitamin e untuk rambut yang sehat dan kuat

Vitamin, protein, dan mineral adalah nutrisi umum yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut. Nutrisi ini hadir dalam makanan. Kekurangan nutrisi ini menyebabkan beberapa masalah seperti rambut rontok, penipisan rambut, shedding, kerapuhan, beruban prematur, ketombe, dan sebagainya. Karenanya, vitamin sangat penting untuk memiliki rambut yang sehat.

Vitamin utama yang mempengaruhi kesehatan rambut adalah; vitamin A (menghasilkan sebum sehat di kulit kepala), vitamin C (antioksidan), vitamin E (meningkatkan sirkulasi kulit kepala), Biotin (menghasilkan Keratin), Inositol (menjaga folikel rambut sehat), Niasin (meningkatkan sirkulasi kulit kepala) dan asam pantotenat, Para -Aminobenzoic Acid, vitamin B6 dan vitamin B12 yang mencegah rambut beruban dan rontok. Dari jumlah tersebut, vitamin E ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan rambut tidak hanya tetapi juga kulit dan kuku.

Vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang membantu sirkulasi yang efektif di kulit kepala karena peningkatan asupan oksigen dalam darah. Ini membantu dalam memasok oksigen ke darah dan dengan demikian memperlambat penuaan sel. Sifat anti-oksidasinya juga membantu meringankan kelelahan, menguatkan dinding kapiler dan membawa nutrisi ke sel. Ini juga mencegah dan melarutkan gumpalan di dalam darah. Vitamin E digunakan untuk mencegah sterilitas dan juga penyakit lain seperti distrofi otot.

Vitamin E ditemukan dalam sumber makanan berikut:
-Minyak nabati dingin
-Kedelai
-Minyak gandum
-Brokoli
-Biji-bijian
-Bayam
-Kacang kering
-Sereal siap saji
-Biji mentah
-Telur dan sayuran hijau

Dosis harian 10 miligram vitamin E umumnya direkomendasikan untuk pria dewasa dan 8 miligram untuk wanita dewasa. Sumber lain vitamin E adalah suplemen vitamin buatan yang tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul. Namun, vitamin E ditemukan memiliki beberapa efek samping seperti tekanan darah tinggi dan penurunan pembekuan darah. Oleh karena itu, harus dikonsumsi hanya setelah berkonsultasi dengan seorang spesialis.

About The Author